Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ngais pasir

Tahun 2009 lalu petani di Desa Pusakamulya sudah mulai menggarap gunung, untuk menanam kopi. Terhitung seluas 17 hektar telah digarap. Namun beberapa kendala membuat LMDH Giri Pusaka sementara waktu berfokus menggarap wisata hutan pinus, Pasir Langlang Panyawangan.

Kini beberapa petani dengan menggaet petani muda, membangkitkan kembali gairah budidaya kopi di gunung burangrang yang menjadi wilayah hutan pangkuan Desa Pusakamulya. Lahan-lahan kopi kembali dibersihkan dan diperbaiki dipimpin oleh sekretaris LMDH Giri Pusaka, Bapak 'Isur' Surwenda.

Selain menggarap masing-masing, LMDH Giri pusaka yang menanam kopi juga membuat jadwal naik gunung dua minggu sekali. Para petani yang sebetulnya memiliki lahan garapan yang berjauhan berkumpul di satu titik yang disebut 'terminal gunung'. Berangkatnya mungkin tidak bersamaan tapi di jam-jam tertentu akan bertemu. Di gunung cukup kesulitan untuk berkomunikasi karena tidak ada signal telepon dan internet.